Muara Enim (Kemenag Sumsel) —
Perkemahan Sabtu Minggu (PERSAMI) Gugus Depan (Gudep) 001-002 MIN 1 Muara Enim tidak hanya menjadi ajang bagi murid untuk mengenal lebih dekat dunia kepramukaan, tetapi juga menjadi ruang untuk mengembangkan berbagai potensi dan karakter melalui kegiatan yang kreatif dan edukatif. Beragam perlombaan digelar dalam rangkaian PERSAMI, di antaranya lomba yel-yel, puzzle, serta lomba Dwi Satya dan Dasa Darma pada Sabtu dan Minggu (26-27 September 2026).
Setiap perlombaan dirancang untuk memberikan pengalaman yang berbeda kepada murid. Lomba yel-yel, misalnya, menjadi ruang bagi setiap regu untuk menuangkan kreativitas, keberanian dan kekompakan. Murid dituntut mampu menyusun yel-yel secara menarik sekaligus menampilkannya dengan penuh semangat di hadapan peserta lainnya.
Sementara itu, lomba puzzle mengajak murid untuk mengasah ketelitian, kesabaran dan kemampuan bekerja sama. Setiap anggota regu memiliki peran dalam menyelesaikan tantangan yang diberikan. Proses tersebut mengajarkan bahwa sebuah tujuan akan lebih mudah dicapai ketika setiap anggota mampu berkolaborasi dan saling mendukung.
Tidak kalah penting, lomba Dwi Satya dan Dasa Darma menjadi bagian dari penguatan nilai-nilai dasar kepramukaan. Melalui kegiatan tersebut, murid diajak untuk mengenal, mengingat dan memahami kembali janji serta ketentuan moral yang menjadi landasan dalam kehidupan seorang pramuka.
Kepala MIN 1 Muara Enim, Sumini, menyampaikan bahwa berbagai perlombaan dalam PERSAMI bukan semata-mata untuk mencari siapa yang menjadi juara. Menurutnya, proses yang dilalui murid selama mengikuti kegiatan justru menjadi bagian penting dari pembelajaran.
“Yang paling penting dari kegiatan ini bukan hanya siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana anak-anak berani tampil, mampu bekerja sama, saling mendukung dan menyelesaikan tantangan bersama. Nilai-nilai seperti inilah yang ingin kita tumbuhkan melalui kegiatan kepramukaan,” ujar Sumini.
Hal senada disampaikan Pelatih Pramuka MIN 1 Muara Enim, Joni Prasetio. Ia menjelaskan bahwa setiap lomba dalam PERSAMI memiliki tujuan pembelajaran yang berbeda, namun tetap bermuara pada pembentukan karakter dan kemampuan murid.
“Kami ingin setiap kegiatan dalam PERSAMI memberikan pengalaman bagi anak-anak. Dari yel-yel mereka belajar kreativitas dan keberanian, dari puzzle mereka belajar ketelitian dan kerja sama, sedangkan Dwi Satya dan Dasa Darma menguatkan pemahaman mereka terhadap nilai-nilai kepramukaan,” jelas Joni.
Rangkaian perlombaan tersebut memperlihatkan bahwa PERSAMI bukan sekadar kegiatan di luar kelas, tetapi juga menjadi media pembelajaran karakter. Murid belajar menghadapi tantangan, menyusun strategi, berkomunikasi, bekerja dalam kelompok, menerima hasil dengan lapang dada, serta tetap menunjukkan sikap sportif selama mengikuti perlombaan.
Melalui kegiatan tersebut, PERSAMI Gudep 001-002 MIN 1 Muara Enim menjadi wadah untuk menumbuhkan kreativitas, kolaborasi, ketekunan, kekompakan dan keberanian murid. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya terlihat selama kegiatan berlangsung, tetapi juga dapat menjadi kebiasaan positif yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan PERSAMI pun menjadi pengalaman belajar yang berkesan bagi murid. Di tengah suasana perkemahan, mereka belajar bahwa pramuka bukan hanya tentang keterampilan dan permainan, tetapi juga tentang bagaimana bekerja bersama, berani mencoba, pantang menyerah, menghargai orang lain dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri serta bertanggung jawab. (LA)
