Muara Enim (Kemenag Sumsel) —
Nuansa budaya lokal mewarnai pembukaan hari kedua Festival Bulan Bahasa MIN 1 Muara Enim melalui Lomba Karaoke Lagu Daerah yang berlangsung di halaman madrasah, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan ini diikuti murid kelas III, IV, V, dan VI sebagai upaya mengenalkan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah melalui seni musik.
Dalam lomba tersebut, panitia menetapkan lagu daerah Muara Enim berjudul Kota Serasan sebagai lagu yang dibawakan oleh setiap regu. Lagu ini tidak hanya memperkenalkan kekayaan musik daerah, tetapi juga memuat sejumlah kosakata bahasa khas Muara Enim yang dapat menjadi sarana bagi murid untuk mengenal dan mempelajari bahasa daerahnya sendiri.
Setiap kelas mengirimkan satu regu yang terdiri atas tiga murid untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Dengan penuh keberanian dan percaya diri, para murid tampil membawakan lagu pilihan tersebut. Penampilan semakin semarak dengan beragam busana adat tradisional yang dikenakan, menghadirkan suasana pertunjukan yang kental dengan nuansa budaya lokal.
Kepala MIN 1 Muara Enim, Sumini, mengapresiasi pelaksanaan lomba ini karena dinilai dapat menjadi media pembelajaran yang menyenangkan untuk memperkenalkan budaya daerah kepada murid. Menurutnya, pelestarian budaya perlu ditanamkan sejak dini agar generasi muda mengenal dan memiliki kebanggaan terhadap identitas daerahnya.
“Kegiatan seperti ini bukan sekadar ajang untuk menunjukkan kemampuan bernyanyi, tetapi juga menjadi kesempatan bagi murid untuk mengenal kekayaan budaya daerah sendiri. Melalui lagu Kota Serasan, mereka dapat belajar tentang musik dan bahasa daerah Muara Enim dengan cara yang menyenangkan. Harapannya, kecintaan terhadap budaya lokal terus tumbuh dan menjadi bagian dari karakter murid,” ujar Sumini.
Melalui Lomba Karaoke Lagu Daerah, Festival Bulan Bahasa MIN 1 Muara Enim tidak hanya menjadi ruang untuk mengembangkan kreativitas dan keberanian tampil, tetapi juga menghadirkan pembelajaran literasi budaya yang dekat dengan kehidupan murid. Semangat mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya lokal diharapkan terus tumbuh sebagai bagian dari penguatan identitas dan karakter generasi muda. (LA)
