Muara Enim (Kemenag Sumsel) —
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muara Enim, H. Abdul Harris Putra, secara resmi membuka kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) yang dipusatkan di MIN 1 Muara Enim, Kamis (16/7/2026). Mengusung tema “Aktualisasi Kurikulum Berbasis Cinta sebagai Penguatan Profesionalisme Guru dan Tenaga Kependidikan”, kegiatan ini menjadi wadah bagi para pendidik untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperkuat implementasi pembelajaran yang berpusat pada murid.
Kegiatan KKG dilaksanakan selama empat hari, yakni pada 16, 17, 18, dan 20 Juli 2026, dengan diikuti 52 peserta yang berasal dari MIN 1 Muara Enim, MI YPITR Tanjung Enim, MI YPITR Tanjung Raja, dan MI Darul Ulum. Selama kegiatan, peserta akan memperoleh berbagai materi yang disampaikan oleh narasumber sesuai dengan bidang keahlian masing-masing sebagai bekal dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah.
Dalam sambutannya, H. Abdul Harris Putra mengajak seluruh peserta memanfaatkan forum KKG secara maksimal. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar memenuhi agenda pengembangan profesi, tetapi menjadi ruang belajar bersama untuk saling berbagi pengalaman, memperkaya wawasan, serta menemukan solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses pembelajaran.
“Manfaatkan kegiatan ini sebaik-baiknya. Saat narasumber menyampaikan materi, jangan ragu untuk bertanya secara detail. Gunakan kesempatan ini untuk memperkaya pengetahuan dan memperoleh bekal yang dapat diterapkan dalam proses pendidikan di madrasah yang kita cintai,” pesannya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kemampuan guru dalam beradaptasi dengan Kurikulum Berbasis Cinta, sebuah pendekatan yang menempatkan kasih sayang, empati, dan penghormatan terhadap murid sebagai fondasi utama dalam proses pembelajaran.
Menurutnya, guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai pembimbing yang mampu menghadirkan suasana belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Dengan pendekatan yang penuh kasih sayang, murid akan lebih mudah berkembang, memiliki karakter yang baik, serta tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia.
“Kurikulum Berbasis Cinta mengajarkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari bagaimana guru mampu membangun hubungan yang positif dengan murid. Ketika pembelajaran dilakukan dengan ketulusan, kepedulian, dan kasih sayang, maka karakter anak akan terbentuk dengan lebih baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala MIN 1 Muara Enim, Sumini, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada MIN 1 Muara Enim sebagai tuan rumah pelaksanaan KKG. Ia berharap kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat kompetensi guru sekaligus mempererat kolaborasi antarmadrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Melalui kegiatan KKG ini, para peserta diharapkan mampu mengaktualisasikan berbagai pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh ke dalam praktik pembelajaran di kelas. Dengan demikian, profesionalisme guru dan tenaga kependidikan akan terus meningkat seiring dengan upaya mewujudkan pendidikan madrasah yang berkualitas, humanis, dan berorientasi pada pembentukan karakter murid. (LA)
