Muara Enim (Kemenag Sumsel) —
Rangkaian Kelompok Kerja Guru (KKG) bertema “Aktualisasi Kurikulum Berbasis Cinta sebagai Penguatan Profesionalisme Guru dan Tenaga Kependidikan” di MIN 1 Muara Enim resmi berakhir dengan lancar pada hari terakhir pelaksanaan, Sabtu (17/7/2026). Kegiatan penutup menghadirkan Muhammad Abduh, Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Palembang, yang memberikan penguatan mengenai internalisasi dan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) kepada seluruh peserta.
Dalam paparannya, Muhammad Abduh menegaskan bahwa keberhasilan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta berawal dari pribadi seorang guru. Sebelum menghadirkan pembelajaran yang dilandasi kasih sayang kepada murid, guru perlu terlebih dahulu menginternalisasikan nilai-nilai cinta dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menjelaskan bahwa fondasi tersebut diwujudkan melalui Panca Cinta, yakni cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta alam, cinta diri sendiri dan sesama manusia, serta cinta tanah air. Menurutnya, kelima nilai tersebut akan membentuk karakter pendidik yang mampu menjadi teladan sekaligus menghadirkan suasana belajar yang aman, nyaman, dan bermakna.
“Kurikulum Berbasis Cinta tidak cukup dipahami sebagai konsep. Nilai-nilainya harus hidup dalam diri guru terlebih dahulu. Ketika guru telah memiliki Panca Cinta, maka sikap, cara mengajar, hingga interaksi dengan murid akan mencerminkan pendidikan yang penuh ketulusan dan kasih sayang,” jelas Muhammad Abduh.
Selain membahas proses internalisasi, ia juga menguraikan bagaimana Kurikulum Berbasis Cinta diimplementasikan secara menyeluruh dalam penyelenggaraan pendidikan di madrasah. Menurutnya, penerapan KBC tidak hanya berlangsung saat proses pembelajaran di kelas, tetapi harus hadir dalam seluruh aktivitas madrasah, mulai dari kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, hingga budaya dan iklim madrasah.
Dengan pendekatan tersebut, setiap program dan aktivitas di madrasah diharapkan mampu menjadi ruang yang menumbuhkan karakter, memperkuat kepedulian, membangun semangat kolaborasi, serta menciptakan lingkungan belajar yang menghargai setiap murid.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan berbagi pengalaman antarpeserta mengenai strategi penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di satuan pendidikan masing-masing. Antusiasme peserta menunjukkan komitmen guru untuk terus beradaptasi dengan pendekatan pembelajaran yang lebih humanis dan berorientasi pada pembentukan karakter.
Menutup seluruh rangkaian kegiatan, Kepala MIN 1 Muara Enim, Sumini, secara simbolis menutup pelaksanaan KKG. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber yang telah berbagi ilmu dan pengalaman, panitia yang telah mempersiapkan kegiatan dengan baik, serta seluruh peserta yang mengikuti setiap sesi dengan penuh semangat.
“Terima kasih kepada seluruh narasumber, panitia, dan peserta yang telah menyukseskan kegiatan ini. Semoga ilmu yang diperoleh tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam proses pembelajaran di madrasah. Insyaallah, KKG ini akan terus kami laksanakan sebagai agenda rutin tahunan untuk meningkatkan profesionalisme guru dan tenaga kependidikan,” ungkap Sumini.
Berakhirnya KKG menjadi awal dari komitmen bersama untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna melalui implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Dengan kompetensi yang terus diperkuat dan semangat kolaborasi antarguru, MIN 1 Muara Enim optimistis mampu mewujudkan pendidikan yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga melahirkan generasi yang religius, berkarakter, dan berakhlak mulia. (LA)
