Muara Enim (Kemenag Sumsel) —
Komitmen MIN 1 Muara Enim dalam menghadirkan pembelajaran berbasis digital kembali mendapat perhatian dari kalangan akademisi. Selama dua hari, Rabu hingga Kamis (22–23 Juli 2026), dosen dan mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang melaksanakan penelitian di MIN 1 Muara Enim dengan mengangkat tema “Penerapan Model TPACK terhadap Internalisasi Etika Digital Akhlakul Karimah di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Sumatera Selatan.”
Penelitian dipimpin oleh dosen UIN Raden Fatah Palembang, Mukti Ali dan Lidia Oktamarina, bersama tim mahasiswa yang terdiri atas Shifa Aulia Salsabila, Salsabila Ananda, dan Aura Angelina. Kegiatan ini difokuskan pada madrasah ibtidaiyah negeri yang telah dan sedang mengimplementasikan program pembelajaran kelas digital.
MIN 1 Muara Enim menjadi salah satu lokasi penelitian karena merupakan satu dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri di Sumatera Selatan yang telah mengembangkan program kelas digital sebagai bagian dari transformasi pembelajaran. Hal tersebut menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus bukti bahwa inovasi yang dilakukan madrasah telah mendapat perhatian dari dunia akademik.
Selama penelitian berlangsung, tim peneliti melakukan observasi, wawancara, serta pengumpulan data terkait implementasi kelas digital di MIN 1 Muara Enim. Kajian yang dilakukan meliputi kesiapan sarana dan prasarana pendukung, kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran, perangkat digital yang digunakan di kelas, kesiapan murid dalam mengikuti pembelajaran berbasis teknologi, hingga komitmen madrasah dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan Society 5.0 dan Revolusi Industri 4.0.
Ketua tim peneliti, Mukti Ali, menjelaskan bahwa penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran mengenai bagaimana model Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) diterapkan dalam pembelajaran sekaligus membentuk etika digital dan akhlakul karimah murid di lingkungan madrasah.
“Kami ingin melihat bagaimana teknologi tidak hanya dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga mampu mendukung pembentukan karakter dan etika digital murid. MIN 1 Muara Enim menjadi salah satu lokasi yang menarik karena telah mengembangkan kelas digital secara nyata dan konsisten,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala MIN 1 Muara Enim, Sumini, menyambut baik pelaksanaan penelitian tersebut. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada MIN 1 Muara Enim menjadi motivasi bagi madrasah untuk terus berinovasi dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai akhlakul karimah.
“Kami merasa bangga karena MIN 1 Muara Enim dipercaya menjadi salah satu lokasi penelitian UIN Raden Fatah Palembang. Semoga hasil penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi bagi pengembangan dunia akademik, tetapi juga menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran digital yang tetap berlandaskan nilai-nilai karakter dan keislaman,” ungkap Sumini.
Melalui penelitian ini, MIN 1 Muara Enim kembali menegaskan komitmennya sebagai madrasah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan. Inovasi kelas digital yang terus dikembangkan diharapkan mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif, interaktif, dan bermakna, sekaligus membentuk generasi yang cakap digital, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (LA)
