Muara Enim (Kemenag Sumsel) —
Suasana haru dan penuh kebanggaan mewarnai pelaksanaan Wisuda Tahfidz Al-Qur’an MIN 1 Muara Enim yang digelar di Gedung Kesenian Putri Dayang Rindu pada Rabu, (3/6/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Tasyakuran dan Wisuda Murid Kelas VI ini menjadi momentum istimewa untuk memberikan penghargaan kepada para murid yang telah berhasil menyelesaikan target hafalan Al-Qur’an sesuai jenjang yang ditetapkan madrasah.
Sebanyak 53 murid mengikuti prosesi wisuda tahfidz tahun ini. Dari jumlah tersebut, 40 murid berasal dari kelas VI dengan rincian 2 murid hafalan Juz 1, 1 murid hafalan Juz 29, dan 37 murid hafalan Juz 30. Selain itu, terdapat 4 murid kelas IV dan 9 murid kelas V yang berhasil menyelesaikan hafalan Juz 30 sehingga turut mendapatkan penghargaan sebagai wisudawan tahfidz.
Capaian tersebut menjadi bukti keberhasilan program pembinaan tahfidz yang terus dikembangkan oleh MIN 1 Muara Enim. Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, madrasah berupaya menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini sekaligus membentuk karakter religius yang kuat pada diri peserta didik.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muara Enim, Harris Abdul Putra, menyampaikan apresiasi atas capaian para murid dan komitmen madrasah dalam mengembangkan program tahfidz. “Kami sangat mengapresiasi MIN 1 Muara Enim yang terus konsisten melahirkan generasi Qur’ani. Menjadi penghafal Al-Qur’an bukanlah hal yang mudah, sehingga capaian ini patut disyukuri dan dibanggakan. Semoga anak-anak dapat terus menjaga hafalannya dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala MIN 1 Muara Enim menyampaikan rasa bangga kepada seluruh wisudawan tahfidz yang telah menunjukkan ketekunan dalam menghafal Al-Qur’an. Beliau juga memberikan apresiasi kepada para guru pembina dan orang tua yang telah mendampingi proses belajar murid. “Wisuda tahfidz ini bukanlah akhir dari perjalanan menghafal Al-Qur’an, melainkan awal untuk terus menjaga, mengulang, dan mengamalkan hafalan dalam kehidupan sehari-hari. Kami berharap anak-anak terus mencintai Al-Qur’an dan tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia serta membanggakan keluarga, madrasah, dan masyarakat,” ungkap Sumini.
Lebih dari sekadar prosesi wisuda, kegiatan ini menjadi perayaan atas perjuangan, ketekunan, dan kecintaan para murid terhadap Al-Qur’an. Diharapkan capaian para wisudawan tahfidz dapat menjadi inspirasi bagi murid lainnya untuk semakin giat membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. (LA)
